Jenderal IRGC: Pembunuh Pemimpin Revolusi Tak Akan Pernah Tenang

Brigjen Yadollah Javani

Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Yadollah Javani, menyatakan bahwa pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas wafatnya Pemimpin Revolusi harus dimintai pertanggungjawaban. Ia menyebut tuntutan tersebut akan terus diperjuangkan oleh Iran, Poros Perlawanan, dan kelompok pendukungnya di berbagai negara.

Dalam wawancara yang dimuat Sepah News pada Selasa (21/7), Javani menilai pesan Pemimpin Tertinggi Iran pada prosesi pemakaman memiliki arti strategis. Menurut penafsirannya, pesan itu menghubungkan Revolusi Islam dengan semangat Asyura, tuntutan keadilan, dan kelanjutan perjuangan para syuhada.

Javani menuding Amerika Serikat, Israel, dan Presiden AS Donald Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak IRGC. Ia juga mendorong pemerintah Iran menempuh proses hukum melalui pengadilan nasional maupun forum internasional.

Terkait operasi militer Amerika Serikat di kawasan, Javani menyebut Iran akan merespons setiap serangan. Ia mengklaim IRGC telah menyerang fasilitas militer Amerika di beberapa negara dan menilai konflik tersebut justru memperkuat posisi strategis Iran di sekitar Selat Hormuz.

Sumber asli: Ahlulbait Indonesia

Post a Comment

0 Comments