Kementan Mendorong Gula Tumbu sebagai Alternatif Hilirisasi Tebu

Kementerian Pertanian mendorong pengembangan gula tumbu atau gula merah tebu sebagai salah satu jalur hilirisasi. Langkah ini dipandang penting ketika produksi tebu meningkat, sementara kapasitas pabrik gula masih terbatas.
Gula tumbu memiliki pasar antara lain pada industri kecap. Agar mampu memperluas pemasaran, produsen diminta meningkatkan kebersihan proses, mutu produk, dan konsistensi pengolahan.
Kabupaten Rembang menargetkan perluasan lahan tebu dari sekitar 8.000–9.000 hektare menjadi 10.000–12.000 hektare untuk mendukung rencana pembangunan pabrik gula sendiri. Pada 2026, program bongkar ratoon mencakup 1.900 hektare, disertai 60.000 benih bud set dan anggaran Rp3,6 miliar.
Pelaku usaha lokal berharap modernisasi alat dan penggunaan bahan bakar alternatif dapat menjaga produksi, terutama ketika hujan mengganggu pengolahan tradisional.
Sumber: ANTARA Sulteng. Isi telah diparafrase.
Post a Comment
0 Comments